Semakin tinggi ilmu seseorang, maka akan semakin besar rasa Toleransinya
— Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman saya saat mengunjungi Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, dalam rangka observasi lapangan dari Tugas Kuliah ”Kajian Masyarakat Indonesia”
Saya mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa ketika berkunjung kesana selama 3 hari 2 Malam lalu berkesempatan untuk tinggal di rumah abah Rusbah dan Ibu Munah. Dari beliau-beliau-lah, saya belajar dan mengetahui banyak mengenai toleransi antar umat beragama yang sulit saya dapatkan di lingkungan masyarakat Jakarta
Masyarakat Cigugur, terutama warga desa Dadawah sudah terbiasa akan yang namanya perbedaan. Dan mereka-pun menyikapinya sebagai sebuah hal yang wajar. Tidak ada gap antara agama yang mayoritas, maupun yang minoritas. Mereka mengadakan kegiatan agamanya masing-masing, pun bukan menjadi sebuah persoalan. Dan terlebih lagi, ada kejadian nikah beda agama, bukan menjadi sebuah hal yang perlu diperdebatkan.
Mereka hidup secara damai, dengan penuh keselarasan yang dibangun melalui sebuah perbedaan. Daerah-daerah di Indonesia harus mencontoh warga Cigugur ini, karena sejatinya, Indonesia ada dibangun atas dasar perbedaan-perbedaan yang menjadi satu.
Cigugur..
Semoga suatu saat nanti, kita dapat dipertemukan kembali. Dan semoga, masyarakat Indonesia dapat belajar darimu. Untuk mewujudkan sebuah Persatuan Indonesia, yang dicita-citakan oleh para leluhur yang membangun negara ini diawal-awal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



